Dinding Rahimnya yang terasa lembut dan hangat membuat penisku semakin tegng saja. Bokeb Saat itu sudah setengah jam lebih dokter belum kunjung tiba. Sebenarnya aku tipe orang yang tidak suka menunggu sih, namun bagaimana lagi karena memang aku butuh hasil test itu. “ Yasudah nanti biaya check up biar saya yang bayar yah, dan hasil check up kamu biar saya antarkan juga nanti kerumah kamu yah, jangan lupa nanti kamu smskan alamat rumah kamu, ” ucapnya. Tubuhku rasanya seperti tersetum listrik teganagan tinggi. Bu Dokter cantikpun mengetahui penisku yang sudah ereksi lagi. Aku yang tidak mempunyai pengalaman dalam sex saat itu aku hanya diam dan menikmatinya saja.




















