Sekarang hanya dibawa dengan cara dijingjing olehnya.Langsung saja aku memanggilnya, “Ka.., Ika.. Vidio Bokep Tidak jauh dari tempatku berdiri, kulihat Ika berjalan sendirian dengan memegang tas kantongnya yang sehari-hari tasnya selalu di atas pundaknya. asal jangan sangar yah tun..!”Dan terakhir terdengar suara Iwan yang tak mau kalah juga, “Ka.., Aku boleh kan menciumimu mulai dari bibir hingga lehermu Ka.., boleh kan..?”Ika menjawab dengan nada seperti kesakitan, “Awww.. Aku sanggup kok kalaupun kalian langsung bertiga..!”Aku bertanya-tanya, apa sih yang mereka perundingkan, sampai–sampai saling menunjuk dan menantang seperti itu. Bie.., bukan peluru nyasar, tapi burung gagak yang nyasar menyerang sarang tawon dan goa Hiro, tahu..!”Mendengar nadanya yang tersinggung, aku langsung meminta maaf kepada Ika.”Ka.., maaf.




















