Ananda hanya tersenyum manis mendengar bisikanku, sambil meremas mesra tanganku. Film Porno “Pa, Ma, Ananda boleh pulangnya belakangan?” tanya Ananda kepada kedua orang tuanya. “Semua itu benar adanya, apalagi dengan kamu memberikan sebuah lagu romantis buat diriku saat malam tadi” dengan lembut Ananda mengatakan itu. Eh”jawabku gugup. Di saat break aku pergunakan waktu yang ada untuk menemui Ananda bersama ke dua orang tuanya. “Selamat malam Om, Tante dan juga Ananda” tegurku sopan. Seminggu setelah pertemuanku dengan Ananda di cafetaria. Taxi yang kita tumpangi melintasi sebuah jalan yang lampu penerang jalannya agak redup. Saat itu Ananda belum menyadari kalau yang ada di atas panggung adalah diriku“Selamat datang dan selamat menikmati suguhan musik akustik dari kami, semoga makan malam anda cukup berkesan bersama orang-orang yang anda cintai” Sambutanku kepada semua pengunjung cafe. Setelah melewati moment sesaat yang merupakan kejutan dariku.




















