Tapi badanku sudah terlalu lemah, sehingga aku hanya bias pasrah saat Om Roby menggandengku menuju kamar mandi.. Ia hanya tersenyum mesum sambil pergi berlalu. Bokep Mama Bahkan untuk mengangsur pun aku tdk mampu. Tapi aku merasa ngeri, karena itu berarti memberinya kesempatan untuk melecehkanku secara seksual. Untuk apa aku menikah lagi kalau hanya untuk bercerai lagi.Sudahlah…aku sudah merasa hidup bahagia sebagai single parent. Aku terkejut, karena di sela-sela pantatku terasa ada batang keras yg menekan. Aku dipaksa untuk menikmati perlakuan Om Roby, walaupun sesungguhnya aku enggan. Tanganya meremasi payudaraku dan sesekali menampar paha dan pantatku hingga terasa pedih.Aku diperlakukanya seperti seekor kuda tunggangan atau sebuah boneka seks…. Kamu puas,hutangmu lunas…Tawaran menarik kan?? Aku berada dalam dilemma. Iapun segera menarik k0ntolnya dari anusku dan menarik. Tak sadar aku mulai sesenggukan. Bahkan pria kaya dan tampan pun belum tentu kuijinkan untuk bias










