Ekspresi laki-laki itu mendadak berubah tegang. Laki-laki itu nampak kikuk sama halnya dengan yang dirasakan Cinta saat itu. Bokep Barat Tak lama pintu lift terbuka. Om Rudi melepaskan jabatan tangan mereka. “Oke kalo gitu kita ketemu di mall *** aja gimana?”. Guratan kepuasan terpancar di wajah Cinta. Direktur di sebuah perusahaan ekspor impor milik orang tuanya. “Udah lama Cinta pengen punya Tablet PC *** baru, Om bisa beliin?”. Hal ini dikarenakan, nomor ponsel ini hanya ia gunakan untuk menerima booking-an. Cinta tersenyum. IPK-nya disetiap semester hampir tak pernah dibawah 3,0. Ia pun terus melanjutkan langkahnya menuju resepsionis. Ia berusaha memalingkan wajahnya, walaupun ia tahu kalau usahanya itu pastilah sia-sia belaka. Dibelakang kemudi Om Ridwan melirik ke arah Cinta yang terlihat sibuk mengutak-atik ‘mainan’ barunya.










