Hard Rock Cafe cukup ramai. Bokep Tobrut Sudah lama sebenarnya aku bosan dengannya. Kutarik tangannya ke selangkanganku. Tempat ini sejarah bagiku. “Hey, kenapa lo?”
“Hhh, nggak apa-apa,” jawabku sambil berusaha berdiri dan menegak-negakkan badan. Terus terang hal terakhir yang kubutuhkan saat ini adalah berbicara dengannya. Entah kapan ia mengambil kunci wrenglerku. “Lo bawa mobil?” Ia menatapku cemas. Kususupkan tangan kananku ke balik kaus dalamnya, masuk ke dalam BH-nya. “Bilang aku sedang keluar kantor,” balasku di interkom, “Kamu ke sini sekarang, jangan lupa kunci pintu kalau masuk.”
“Ah, Bapak.”Indri sekretaris terbaik yang kumiliki. Hampir setengah lusin dengan perbandingan yang tak jelas antara pria dan wanitanya.Felly akhirnya turun dari mobil dan berjalan ke arahku.




















